IQPlus, (3/11) - Permintaan emas di India diperkirakan akan turun ke level terendah dalam enam tahun pada tahun 2026, seiring dengan tingginya harga yang menekan penjualan perhiasan dan melambatnya permintaan untuk tujuan investasi, ungkap World Gold Council (WGC) pada hari Selasa.
India, konsumen emas terbesar di dunia setelah Tiongkok, tengah menghadapi kenaikan biaya hidup, sementara musim hujan yang lemah berpotensi membatasi permintaan perhiasan di wilayah pedesaan.
Permintaan perhiasan mengalami penurunan dalam sembilan bulan pertama tahun ini, yang akan menyeret total permintaan turun ke kisaran 650 metrik ton level terendah sejak tahun 2020, saat pandemi COVID-19 memaksa toko perhiasan untuk tutup, ujar Sachin Jain, kepala eksekutif operasional WGC di India, kepada Reuters.
Permintaan emas turun 29% secara tahunan (year-on-year) menjadi 162,5 metrik ton pada kuartal yang berakhir bulan September, dengan pembelian perhiasan turun 20% dan permintaan investasi anjlok 40%, kata Jain.
Permintaan kemungkinan akan membaik pada kuartal yang berakhir bulan Desember, seiring dengan perayaan hari besar seperti Diwali dan musim pernikahan yang mendorong aktivitas pembelian, tambahnya.
Masyarakat India merayakan Dussehra pada bulan Oktober dan akan merayakan Diwali pada awal November momen di mana membeli emas dianggap sebagai pertanda baik.
Namun, harga yang tinggi serta lemahnya ekonomi pedesaan akibat musim hujan yang buruk diperkirakan akan membatasi permintaan, menurut laporan WGC yang diterbitkan pada hari Selasa.
Lebih dari separuh permintaan emas di India berasal dari wilayah pedesaan, tempat perhiasan menjadi sarana tradisional untuk menyimpan kekayaan bagi jutaan orang.
Curah hujan selama musim hujan tahun 2026 tercatat sebagai yang terendah dalam lebih dari satu dekade, yang menghambat produksi pertanian dan mengurangi pendapatan para petani.
Impor emas India turun pada kuartal yang berakhir bulan September, sebagian disebabkan oleh meningkatnya arus masuk emas secara tidak resmi setelah pemerintah menaikkan bea masuk untuk logam mulia tersebut awal tahun ini, ungkap Jain. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info