IQPlus, (5/11) - Inflasi tahunan Filipina meningkat menjadi 7,8 persen pada bulan Oktober dari 7,2 persen pada bulan September, demikian disampaikan oleh badan statistik pada hari Kamis.
Para ekonom dalam jajak pendapat Reuters sebelumnya memperkirakan inflasi tahunan sebesar 7,6 persen pada bulan lalu.
Angka untuk bulan Oktober tersebut yang merupakan tingkat tertinggi sejak Februari 2023 masih berada dalam kisaran prakiraan bank sentral, yakni 7,1 persen hingga 8,1 persen.
Badan statistik menyatakan bahwa laju kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh tingginya biaya transportasi.
Tingkat inflasi inti tahunan, yang tidak mencakup harga pangan dan energi yang fluktuatif, tercatat sebesar 5,4 persen pada bulan Oktober, dibandingkan dengan 4,8 persen sebagaimana ditunjukkan dalam jajak pendapat. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info