← Kembali
Market News - INEW
MEREK BARANG MEWAH GLOBAL ALAMI PENURUNAN PENJUALAN MAKIN DALAM DI TIONGKOK
🕐 21/08/26 16:17 | IQPLUS
23258622

IQPlus, (21/8) - Merek-merek barang mewah global menghadapi penurunan penjualan yang semakin dalam di Tiongkok, seiring langkah pemerintah negara tersebut untuk memajaki kekayaan di luar negeri yang berdampak luas mulai dari pasar saham hingga lantai kasino serta menekan belanja konsumen terkaya di negara itu.

Penjualan 25 merek barang mewah terbesar di Tiongkok turun lebih dari 10 persen pada bulan Juli, menurut tiga perusahaan riset yang disurvei oleh Bloomberg yang memantau data industri. Angka ini lebih buruk dibandingkan perlambatan yang terjadi pada bulan Juni, dan menandai perubahan drastis dari kinerja bisnis yang sebelumnya sangat kuat di awal tahun ini.

Louis Vuitton dan Dior milik LVMH, serta Gucci, Bottega Veneta, dan Balenciaga milik Kering, semuanya mencatat penurunan penjualan dua digit, sementara Hermes beralih dari pertumbuhan menjadi penurunan, menurut sumber-sumber tersebut. Pertumbuhan Chanel dan Prada juga melambat secara signifikan, ungkap perusahaan-perusahaan riset itu.

Bagi raksasa barang mewah global, penurunan ini menambah ketidakpastian terhadap prospek pasar yang merupakan salah satu wilayah terpenting bagi mereka. Tiongkok pernah menjadi motor penggerak pertumbuhan industri barang mewah selama beberapa dekade, namun persaingan untuk memperebutkan pembeli terkaya kini semakin sengit, dan konsumen kelas menengah telah mengurangi belanja mereka di tengah perlambatan ekonomi negara tersebut.

Penurunan ini terjadi bersamaan dengan upaya besar-besaran Tiongkok untuk membendung arus keluar modal dan memulihkan penerimaan pajak, termasuk pengetatan kontrol perdagangan saham lintas batas serta kewajiban bagi warga negara untuk membayar pungutan bernilai miliaran dolar atas aset luar negeri dan keuntungan investasi. Langkah-langkah tersebut telah meredam minat belanja warga Tiongkok yang kaya raya, sehingga mengancam pemulihan industri barang mewah yang baru dimulai kurang dari setahun lalu berkat lonjakan pasar saham yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI).

"Para pelaku bisnis mulai melaporkan sikap lebih berhati-hati di kalangan klien VIP mereka akibat memudarnya efek kekayaan (*wealth effect*) dan lingkungan perpajakan yang lebih ketat bagi konsumen berpenghasilan tinggi," ujar Jacques Roizen, salah satu pendiri perusahaan konsultan Foresight Performance Partners yang berbasis di Shanghai. "Ada kekhawatiran nyata di kalangan eksekutif barang mewah saat melihat kinerja bulan Juli."

LVMH, Kering, Hermes, Chanel, dan Prada tidak segera menanggapi permintaan komentar. (end/Bloomberg)
📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info