IQPlus, (4/11) - Nasdaq berakhir lebih tinggi pada hari Selasa (3 November) seiring dengan bangkitnya saham-saham utama di sektor kecerdasan buatan (AI) menjelang hasil pemilihan paruh waktu AS. Di sisi lain, saham Apple turun setelah perusahaan pembuat iPhone tersebut bergabung dalam daftar perusahaan teknologi raksasa (Big Tech) yang laporan kinerja kuartalannya gagal memuaskan para investor.
Saham Apple melemah 1,9% setelah perusahaan tersebut memperingatkan bahwa biaya cip memori akan terus meningkat, yang akan menekan margin kotor pada kuartal liburan akhir tahun.
Produsen cip memori, Micron Technology, mencatatkan kenaikan sebesar 2,6%, sementara saham Nvidia naik 2,3% setelah sempat terkoreksi dalam empat sesi perdagangan sebelumnya.
Indeks sektor cip di Philadelphia secara keseluruhan melonjak, sementara saham AMD naik menjelang perilisan laporan kuartalan yang dijadwalkan setelah penutupan pasar.
Saham Microsoft dan Amazon masing-masing menguat lebih dari 2 persen.
"Ini merupakan rotasi dari saham teknologi yang dianggap aman, seperti Apple, ke saham teknologi yang lebih berisiko, seperti produsen cip," ujar Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Management. "ni jelas merupakan aksi pembelian saat harga turun (dip-buying) di tengah pasar yang lebih berisiko dan didorong oleh pergerakan indeks Nasdaq."
Pada hari Senin, indeks Nasdaq 100 ditutup lebih dari 10 persen di bawah rekor penutupan tertingginya pada 6 Oktober. Hal ini mengonfirmasi bahwa indeks yang didominasi oleh saham-saham teknologi tersebut telah memasuki fase koreksi, di tengah kekhawatiran investor bahwa investasi besar-besaran dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) melampaui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dalam jangka pendek.
Saham Amazon dan Alphabet anjlok pekan lalu setelah laporan kinerja kuartalan mereka memperdalam kekhawatiran investor mengenai tingginya biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan AI.
Sementara itu, indeks S&P 500 turun sekitar 3 persen dari rekor penutupan tertingginya pada 6 Oktober, namun secara keseluruhan masih mencatatkan kenaikan lebih dari 10 persen sepanjang tahun 2024.
Indeks S&P 500 naik 0,36 persen dan mengakhiri sesi di level 7.568,92 poin.
Nasdaq menguat 0,83 persen menjadi 25.372,01 poin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,38 persen menjadi 51.787,04 poin. (end/Reuters)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info