← Kembali
Stock News - BBCA
BCA PERKIRAKAN KREDIT TUMBUH 10-12 PERSEN SEIRING NAIKNYA PERMINTAAN
🕐 28/10/26 07:14 | IQPLUS
30026061

IQPlus, (28/10) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkirakan penyaluran kredit perseroan pada 2026 tumbuh di kisaran 10-12 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau berada di atas proyeksi semula, seiring dengan permintaan yang meningkat.

Adapun hingga September 2026, penyaluran kredit BCA tercatat tumbuh 12,6 persen (yoy) menjadi Rp1.063 triliun.

"Kami melihat memang permintaan kredit ada kenaikan, itu sebabnya kenapa loan BCA (hingga triwulan III 2026) juga naik," kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih menambahkan bahwa peningkatan kredit juga berkaitan dengan tingginya aktivitas bisnis menjelang momentum perayaan besar seperti Natal, Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Imlek, hingga Lebaran atau Idul Fitri.

"Biasanya 4-5 bulan sebelumnya, tentunya pelaku bisnis membutuhkan procurement dan production early untuk mengantisipasi. Jadi ini memang seasonality yang biasanya setiap tahun mengalami peningkatan," kata John.

Menurut dia, penggunaan pinjaman atau loan usage juga mengalami peningkatan. Selain itu, perseroan memandang adanya akselerasi permintaan kredit, terutama pada kredit modal kerja sebagai antisipasi terhadap faktor musiman atau momentum perayaan besar.

Secara sektoral, John mencatat beberapa sektor yang mendukung pertumbuhan kredit korporasi seperti pertanian dan perkebunan (agriculture dan plantation), infrastruktur dan transportasi, energi dan pembangkitan listrik (power generation), serta teknologi dan infrastruktur digital.

"Jadi ini merupakan beberapa sektor yang mengalami pertumbuhan dengan baik. Dan ke depannya, tentu saja permintaan terhadap ini akan terus mengalami peningkatan," kata dia.

Sedangkan dari sisi kredit UKM, beberapa sektor yang mendukung pertumbuhan kredit pada segmen ini antara lain perdagangan besar dan eceran, jasa bisnis, transportasi dan logistik, serta industri pengolahan makanan dan minuman.

Direktur BCA Vera Eve Lim menyampaikan bahwa perseroan sebelumnya menetapkan pertumbuhan kredit pada 2026 di kisaran 8-10 persen, sebagaimana dalam rencana bisnis bank (RBB).

Namun, memperhatikan tingginya permintaan kredit, perseroan melihat proyeksi pertumbuhan kredit BCA untuk tahun 2026 bisa melebihi angka 10 persen, tepatnya kisaran 10-12 persen.

"Jadi, di rencana awal kami adalah 8-10 persen. Namun mempertimbangkan perkembangan memasuki kuartal ketiga, perkiraan kami terakhir adalah pertumbuhan untuk 2026 bisa mencapai double digit, yaitu di kisaran 10-12 persen," kata Vera.

Adapun net interest nargin (NIM) diperkirakan akan terjaga pada kisaran yang tidak jauh berbeda dari capaian triwulan III 2026. Berdasarkan laporan keuangan perseroan per September 2026, NIM BCA tercatat sebesar 5,41 persen.

Sementara non-performing loan (NPL) juga diperkirakan terus stabil. NPL gross per September 2026 tercatat 1,79 persen atau membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,10 persen.

"Target kami NPL itu ada di kisaran 1,8-2 persen," ujar Vera. (end/ant)
📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info