← Kembali
Stock News - IPCC
IPCC SIAPKAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS UNTUK PERIODE 2026-2030
🕐 05/11/26 08:33 | IQPLUS
30830755

IQPlus, (5/11) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) memperkuat pengembangan bisnis logistik kendaraan terintegrasi melalui strategi Integrated Auto Solutions. Langkah ini dilakukan untuk memperluas layanan kepada pelanggan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan industri otomotif nasional.

Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, mengatakan pengembangan bisnis tersebut menjadi salah satu fokus Perseroan dalam menghadapi dinamika industri otomotif dan kebutuhan distribusi kendaraan yang terus berkembang.

Melalui strategi Integrated Auto Solutions, IPCC tidak hanya mengandalkan layanan pengelolaan terminal, tetapi juga memperluas solusi logistik kendaraan dari awal hingga akhir (end-to-end).

Pengembangan layanan tersebut mencakup fasilitas penyimpanan dan pengelolaan kendaraan atau Vehicle Distribution Center, serta Car Distribution Management melalui layanan car carrier, towing, dan self-drive.

Sejalan dengan arah pengembangan bisnis 2026-2030, IPCC juga menargetkan peningkatan kapasitas dan fasilitas terminal, integrasi layanan terminal satelit, digitalisasi proses bisnis, serta perluasan jaringan operasional.

Penguatan strategi tersebut didukung oleh perkembangan aktivitas operasional Perseroan. Hingga kuartal III 2026, volume bongkar muat kendaraan Completely Built Up (CBU) di terminal domestik tumbuh 13% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, volume CBU di lima terminal satelit meningkat 20% YoY.

Pertumbuhan di terminal domestik terutama didorong meningkatnya kebutuhan distribusi kendaraan di pasar nasional, khususnya melalui aktivitas bongkar muat di Banjarmasin dan Makassar.

Di sisi lain, volume CBU pada terminal internasional tercatat sebanyak 332.918 unit atau turun 12% YoY. Penurunan tersebut seiring berakhirnya insentif impor kendaraan listrik serta dampak dinamika perdagangan global.

Dari sisi keuangan, IPCC membukukan pendapatan usaha Rp645,48 miliar hingga September 2026, dengan laba bersih Rp177,18 miliar. Masing-masing angka tersebut mengalami koreksi 2,24% dan 6,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski menghadapi tantangan kinerja, Perseroan tetap menjaga kondisi keuangan dengan likuiditas yang kuat. Current ratio meningkat menjadi 663,19% dari 526,05%, sedangkan cash ratio naik menjadi 605,67% dari 486,09%. IPCC juga tidak memiliki pinjaman perbankan maupun obligasi.

Dalam Public Expose 2026 yang digelar secara hybrid di Jakarta Utara, Selasa (3/11), Wing menyampaikan harapan agar kinerja Perseroan sepanjang 2026 setidaknya dapat menyamai pencapaian tahun sebelumnya.

Memasuki 2027, IPCC akan terus memperkuat fundamental perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan investor.(end)
📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info