IQPlus, (30/10) - PT TIMAH (Persero) Tbk ( TINS) hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, yang mencerminkan penguatan kinerja keuangan dan operasional Perseroan.
Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp16,15 triliun pada 9M 2026, meningkat 144% dibandingkan 9M 2025 sebesar Rp6,61 triliun. Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan volume penjualan serta harga jual rata-rata logam timah. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp5,60 triliun, meningkat 594% dibandingkan 9M 2025 sebesar Rp807,25 miliar. EBITDA mencapai sebesar Rp6,18 triliun, meningkat 323% dibandingkan EBITDA 9M 2025 sebesar Rp1,46 triliun. Sementara itu, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp4,12 triliun, meningkat 584% dibandingkan 9M 2025 sebesar Rp602,42 miliar.
Profitabilitas Perseroan juga menunjukkan penguatan. Operating Margin tercatat sebesar 34,67%, meningkat dibandingkan 9M 2025 sebesar 12,22%. EBITDA Margin mencapai 38,26%, meningkat dibandingkan 9M 2025 sebesar 22,08%. Sementara itu, Net Profit Margin meningkat menjadi 25,52%, dari 9,12% pada 9M 2025.
Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp17,26 triliun, meningkat 26% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp13,64 triliun. Total liabilitas tercatat sebesar Rp5,29 triliun, meningkat sekitar 1% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp5,23 triliun. Sementara itu, ekuitas meningkat 42% menjadi Rp11,97 triliun dari Rp8,41 triliun pada akhir tahun 2025, sejalan dengan perolehan laba Perseroan selama 9M 2026.
Dari sisi arus kas, Perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi pada 9M 2026 tercatat positif sebesar Rp4,09 triliun, berbalik dari arus kas keluar bersih sebesar Rp388,64 miliar pada 9M 2025. Saldo kas akhir periode mencapai Rp4,25 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,34 triliun pada 9M 2025. (end)
Harga timah global sepanjang sembilan bulan pertama 2026 (9M 2026) bertahan pada level tinggi dengan volatilitas yang cukup besar, didukung keterbatasan pasokan dan prospek permintaan dari sektor elektronik, semikonduktor, serta infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Pada periode tersebut, harga rata-rata Cash Settlement Price (CSP) timah di London Metal Exchange (LME) tercatat sebesar USD51.636,61 per metrik ton, meningkat 57,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD32.775,58 per metrik ton.
Dari sisi pasokan, ketersediaan bahan baku timah global masih menghadapi ketidakpastian. Pengiriman bijih dan konsentrat timah dari Myanmar ke China mulai pulih pada semester pertama 2026, meskipun kontribusi pasokan dari Myanmar belum sepenuhnya kembali ke tingkat historis. Selain itu, ativitas pertambangan anak usaha Malaysia Smelting Corporation dihentikan sementara pada 12 Agustus hingga 11 September 2026 akibat kerusakan sistem drainase dan kolam penampungan setelah hujan ekstrem. Penghentian tersebut terjadi pada kegiatan pertambangan, bukan secara spesifik pada aktivitas peleburan.
Berdasarkan CRU Tin Monitor, produksi logam timah global pada 9M 2026 tercatat sebesar 264.064 ton, sedangkan konsumsi logam timah global diperkirakan mencapai 275.047 ton. Sementara itu, persediaan timah di gudang LME pada akhir September 2026 tercatat sebesar 4.480 ton, turun 17,3% dibandingkan posisi awal tahun sebesar 5.415 ton.
Dalam jangka panjang, International Tin Association (ITA) memproyeksikan permintaan timah global meningkat 22% selama periode 2026-2035, sementara pasokan logam timah global diperkirakan hanya meningkat 16%. Kesenjangan proyeksi tersebut menegaskan perlunya pengembangan kapasitas pertambangan baru untuk menenuhi peningkatan kebutuhan timah global di masa mendatang. (end)
Disclaimer :
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).
ADDRESS :
Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Info Produk
MarketingTechnical Support
SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3Phone : 021-4513821
Email : marketing@iqplus.info