← Kembali
Market News - EKOM
CBI PERKENALKAN EMPAT SOLUSI CREDIT INTELLIGENCE UNTUK PERLUAS AKSES KREDIT
🕐 27/10/26 08:25 | IQPLUS
29930251

IQPlus, (27/10) - PT Credit Bureau Indonesia (CBI) memperkenalkan empat solusi credit intelligence untuk membantu lembaga jasa keuangan meningkatkan akurasi penilaian kredit dan mengelola risiko pembiayaan. Inovasi tersebut diperkenalkan dalam forum CBI Connect 2026 bertema Leading the Next Era of Credit Intelligence di The St. Regis Jakarta.

Forum tersebut dihadiri lebih dari 150 eksekutif senior dan pemangku kepentingan sektor jasa keuangan. Pembahasan berfokus pada pemanfaatan data yang lebih komprehensif untuk menilai kemampuan bayar calon peminjam, mengelola risiko kredit, serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keterbatasan informasi pendapatan menjadi salah satu tantangan dalam penilaian kelayakan kredit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 yang dirujuk CBI, sebanyak 59,42% pekerja di Indonesia berada di sektor informal. Kondisi ini dapat menyulitkan lembaga keuangan dalam menilai kemampuan bayar calon peminjam yang tidak memiliki dokumentasi pendapatan formal.

Sementara itu, Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk membayar cicilan atau utang mencapai 10% pada Agustus 2026. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya informasi mengenai pendapatan dan kewajiban keuangan dalam proses penilaian kredit.

Direktur Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Perbankan, Departemen Perizinan dan Manajemen Krisis Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bayu Husodo, mengapresiasi penyelenggaraan CBI Connect 2026 sebagai forum untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem informasi perkreditan di Indonesia.

Menurut dia, pengembangan credit intelligence dan pemanfaatan data berkualitas dapat mendukung pengelolaan risiko kredit yang lebih komprehensif.

Ia juga menilai informasi yang terstandarisasi berperan dalam meningkatkan akurasi penilaian kelayakan kredit, mengidentifikasi risiko sejak dini, serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. OJK turut mengapresiasi inisiatif CBI melalui platform SME Bureau untuk membangun profil UMKM yang lebih terstandarisasi dan transparan.

Melalui CBI Connect 2026, CBI memperkenalkan empat solusi, yakni Income Predictor, Enhanced Bureau Alternative Score (EBAS), Skip Tracing, dan Agent Polar.

Income Predictor memanfaatkan data dari berbagai sumber untuk memperkirakan pendapatan bulanan calon peminjam. Solusi ini ditujukan untuk membantu lembaga keuangan menilai kemampuan pembayaran, terutama bagi individu yang tidak memiliki dokumen pendapatan konvensional.

Sementara itu, EBAS menggabungkan informasi biro kredit dengan wawasan perilaku dari aplikasi untuk membantu menilai calon peminjam dengan riwayat kredit terbatas atau thin-file borrowers. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu lembaga keuangan mengidentifikasi calon debitur potensial dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko.

Adapun Skip Tracing menyediakan informasi kontak dan keterjangkauan calon peminjam atau debitur untuk membantu lembaga keuangan dan tim penagihan menemukan serta menghubungi debitur secara lebih efisien.

Solusi keempat, Agent Polar, merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membantu lembaga keuangan menganalisis dan membandingkan kinerja portofolio kredit dengan tren industri. Solusi ini dilengkapi laporan analisis dan notifikasi proaktif untuk mendukung identifikasi potensi risiko.

Presiden Direktur CBI Anton K. Adiwibowo mengatakan pemanfaatan data yang akurat dan sesuai ketentuan diperlukan untuk membantu lembaga keuangan menilai kelayakan kredit di tengah beragam kebutuhan pembiayaan masyarakat.

Melalui inovasi credit intelligence, CBI berupaya menyediakan informasi yang lebih komprehensif mengenai profil calon peminjam untuk mendukung akurasi penilaian kredit, menjaga kualitas portofolio, dan membantu lembaga keuangan memenuhi ketentuan yang berlaku.

CBI menargetkan 137 juta calon debitur memiliki peluang lebih besar untuk mengakses kredit, terutama kelompok yang menghadapi kendala akibat keterbatasan riwayat kredit atau dokumen penghasilan formal. Perusahaan juga menargetkan dukungan bagi lebih dari 2.000 lembaga jasa keuangan dalam meningkatkan kualitas penilaian kredit dan pengelolaan risiko melalui pemanfaatan data dan teknologi.

Dalam forum yang sama, ekonom senior Aviliani menyoroti pentingnya pemberdayaan sektor informal dan UMKM untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, lembaga keuangan perlu memahami kondisi ekonomi debitur secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan skor biro kredit.

Ia menilai upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan peningkatan pendapatan rumah tangga melalui pemberdayaan sektor informal dan UMKM.

Melalui pengembangan solusi credit intelligence, CBI berharap dapat membantu lembaga keuangan mengambil keputusan kredit berdasarkan informasi yang lebih lengkap, mengelola risiko secara bertanggung jawab, serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.(end)

📰 BERITA TERKAIT
🏢 LEMBAGA TERKAIT

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info